STUDI SIMULASI DAN PEMODELAN DALAM SEBUAH SISTEM Oleh AFIQ MUSTOFA

Langkah-Langkah Studi Simulasi

  • Formulasi masalah
  • Penetapan tujuan dan rencana proyek: pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah.
  • Konseptualisasi model: membangun model yang masuk akal.
  • Pengumpulan data: mengumpulkan data yang diperlukan untuk merun simulasi (seperti laju ketibaan, proses ketibaan, displin layanan, laju pelayanan dsb.).
  • Penerjemahan Model: konversi model suatu bahas pemrograman.
  • Verikasi: Verikasi model melalui pengecekan apakah program bekerja dengan baik.
  • Validasi: Check apakah sistim merepresentasi sistim riil secara akurat.
  • Desain Eksperimen: Berapa banyak runs? Untuk berapa lama? Jenis variasi masukannya seperti apa ?
  • Produksi runs dan analisis: running aktual simulasi, mengumpulkan dan menganalisis keluaran.
  • Jalankan lagi (More runs) ?: mengulangi eksperiemn jika perlu.
  • Dokumentasi dan pelaporan: Dokumen dan laporan hasil
  • Implementasi

 

 Kelebihan Simulasi

  1. Sebagian besar sistem riil dengan elemen-elemen stokastik tidak dapat dideskripsikan secara akurat dengan model matematik yang dievaluasi secara analitik. Dengan demikian simulasi seringkali merupakan satusatunya cara. 
  2. Simulasi memungkinkan estimasi kinerja sistem yang ada dengan beberapa kondisi operasi yang berbeda. 
  3. Rancangan-rancangan sistem alternatif yang dianjurkan dapat dibandingkan via simulasi untuk mendapatkan yang terbaik. 
  4. Pada simulasi bisa dipertahankan kontrol yang lebih baik terhadap kondisi eksperimen. 
  5. Simulasi memungkinkan studi sistem dengan kerangka waktu lama dalam waktu yang lebih singkat, atau mempelajari cara kerja rinci dalam waktu yang diperpanjang.

Kelemahan Simulasi

  1. Setiap langkah percobaan model simulasi stokastik hanya menghasilkan estimasi dari karakteristik sistem yang sebenarnya untuk parameter input tertentu. Model analitik lebih valid. 
  2. Model simulasi seringkali mahal dan makan waktu lama untuk dikembangkan.  
  3. Output dalam jumlah besar yang dihasilkan dari simulasi biasanya tampak meyakinkan, padahal belum tentu modelnya valid.

Jebakan/ Simulasi

  1. Gagal mengidentifikasi tujuan secara jelas 
  2. Desain dan analisis eksperimen simulasi tidak memadai  
  3. Pendidikan dan pelatihan yang tidak memadai

Fitur-Fitur software simulasi yang dibutuhkan

  1. Membangkitkan bilangan random dari distribusi probabilitas U(0,1). 
  2. Membangkitkan nilai-nilai random dari distribusi probabilitas tertentu, mis. eksponensial. 
  3. Memajukan waktu simulasi. 
  4. Menentukan event berikutnya dari daftar event dan memberikan kontrol ke blok kode yang benar. 
  5. Menambah atau menghapus record pada list. 
  6. Mengumpulkan dan menganalisa data. 
  7. Melaporkan hasil.  
  8. Mendeteksi kondisi error.

pertanyaan

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan simulasi?
  2. Apa yang dimaksud dengan sistem?
  3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemodelan?
  4. apa yang di maksud Langkah Riel Dalam Simulasi?
  5. apa itu Deskripsi Model?
  6. jelaskan apa itu Validasi Model ?
  7. Jelaskan perbedaan MODEL SIMULASI KONTINYU dan DISKRIT?
  8. bagaimana LINGKUNGAN SISTEM di terapkan?
  9. apa saja KOMPONEN SISTEM?
  10. apa perbedaan MODEL SIMULASI DETERMINISTIK dan STOKASTIK?
(JAWABAN)
  1. Simulasi adalah peniruan operasi, menurut waktu, sebuah proses atau sistem dunia nyata. Simulasi dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan komputer.
  2. Secara sederhana Sistem dapat diartikan sebagai sekumpulan obyek yang dihubungkan satu sama lain melalui beberapa interaksi reguler atau secara bebas untuk mencapai suatu tujuan.
  3. Pemodelan adalah proses membangun atau membentuk suatu model dari suatu sistem nyata dalam bahasa formal tertentu.
  4. Mengembangkan sebuah model simulasi dan mengevaluasi model, biasanya dengan menggunakan komputer, untuk mengestimasi karakteristik yang diharapkan dari model tersebut.
  5. Untuk sebuah model yang akan digunakan, seluruh sifat-sifat relevantnya harus ditetapkan dalam suatu cara yang praktis, dinyatakan dalam suatu set deksripsi terbatas yang masuk akal (reasonably).
  6. Sebuah model harus divalidasi.
    Setelah divalidasi, sebuah model dapat digunakan untuk menyelidiki dan memprediksi perilaku-perilaku (sifat) sistem, atau menjawab ”whatif questions” untuk mempertajam pemahaman, pelatihan, prediksi, dan evaluasi alternatif.
  7. - Model kontinyu: status berubah secara kontinu terhadap waktu, misal gerakan pesawat terbang.
    - Model diskrit: status berubah secara instan pada titik-titik waktu yang terpisah, misal jumlah customer di bank.
  8. Sistem biasanya dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di luar sistem. Perubahan ini terjadi di lingkungan sistem. Dalam pemodelan sistem, perlu ditetapkan batas (boundary) antara sistem dan lingkungannya. Contoh, pada studi memori cache menggunakan, kita harus menetapkan dimana batas sistem. Batas ini dapat antara CPU dan cache, atau dapat memasukan memori utama, disk, OS, kompilator, ataupun program-program aplikasi.
  9. - Entitas merupakan obyek dalam sistem. Contoh, customers pada suatu bank.
    - Atribut merupakan suatu sifat dari suatu entitas. Contoh, pengecekan neraca rekening customer.
    - Aktivitas merepresentasikan suatu periode waktu dangan lama tertentu (specied length). Periode waktu sangat penting karena biasanya simulasi menyertakan besaran waktu. Contoh deposito uang ke rekening pada waktu dan tanggal tertentu.
    - Keadaan sistem didefinisikan sebagai kumpulan varibel-variabel yang diperlukan untuk menggambarkan sistem kapanpun, relatif terhadap obyektif dari studi. Contoh, jumlah teller yang sibuk, jumlah customer yang menunggu dibaris antrian.
    - Peristiwa didefinisikan sebagai kejadian sesaat yang dapat mengubah keadaan sistem. Contoh, kedatangan customer, pejumlahan jumlah teller, keberangkatan customer.
  10. - Model deterministik: tidak memiliki komponen probabilistik (random).
    - Model stokastik: memiliki komponen input random, dan menghasilkan output yang random pula. 

Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah  sebagaimana yang tertuang dalam

Onine Learning Uhamka 

Komentar